Tampilkan postingan dengan label Sports. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sports. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 April 2011

"Cuaca Ekstrim di Malaysia Buat Balapan Jadi Lebih Seru"

Balapan GP Australia sudah berjalan cukup menarik berkat sejumlah faktor.

Di GP Malaysia, balapan bisa tambah menarik akibat kemungkinan terjadinya hujan.

Faktor-faktor yang membuat GP Australia menjadi menarik adalah adanya teknologi baru seperti sayap bergerak, teknologi baru tapi lama seperti KERS dan yang utama, ban Pirelli yang memulai debutnya di F1.

Di Malaysia, faktor-faktor di atas akan ketambahan faktor cuaca.

Secara umum, cuaca di Sirkuit Sepang biasanya panas dan lembab, tetapi ramalan cuaca juga menunjukkan peluang terjadinya hujan.

"Besarnya kemungkinan terjadinya hujan akan membuat balapan jadi menarik buat penonton tetapi membikin stres para tim," analisis Managing Director McLaren, Jonathan Neale, diberitakan Daily GP. Pada tahun 2009, balapan GP Malaysia cuma berlangsung separuh karena dihadang hujan besar.

Tahun lalu, hujan mengguyur deras saat kualifikasi, membuat sejumlah pembalap papan atas harus start dari posisi bawah.

Kesulitan membalap di lintasan basah diakui oleh pembalap reserve McLaren, Pedro de la Rosa. Kepada EFE, De La Rosa berujar,

"Kondisi di Malaysia selalu ekstrem, terutama dalam hal suhu dan kelembaban, juga banyaknya air di lintasan bila hujan turun.".

Sesuai Rencana, Operasi Pedrosa Berjalan Dengan Sempurna

Kabar baik datang dari Dani Pedrosa. Rider Repsol Honda itu dikabarkan sukses menjalani operasi di sebuah rumah sakit di Teknon Medical Centre, Barcelona.
Menurut keterangan yang didapat situs resmi MotoGP, Rabu (6/4/2011), Pedrosa menjalani operasi dekompresi subclavia.

Untuk melepaskan  arteri dekompresi, tim medis melepas piringan titanium dan sekrup dari tulang selangka Pedrosa. Subklavia uga telah dipisahakan dari jaringan fibrosis yang mengelilingi ruang costoclavicular.

Dokter ahli bedah pembuluh darah, Dr Cesar Garcia-Madrid dan Dr spesialis bedah ortopedi Joaquim Casanas berharap proses pemulihan Pedrosa berjalan sesuai rencana serta memuaskan.

Persoalan cedera pada bahu Pedrosa ini mencuat setelah seri perdana di Losail, Qatar, 20 Maret lalu. Waktu itu, Pedrosa menjadi salah satu favorit juara setelah melihat performanya yang gemilang selama tes pra-musim dan sesi kualifikasi.
Namun, ketika balapan, Pedrosa hanya menunjukkan daya saingnya pada lap-lap awal.
Setelah itu, dia terlihat sangat menurun dan tak mampu bersaing dengan rekan setimnya, Casey Stoner, dan pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo, yang finis di depannya. Pedrosa harus puas naik podium nomor tiga.
Setelah balapan tersebut, Pedrosa mengeluhkan apa yang dia rasakan.
Menurut penelitian tim medis, gejala nyeri dan rasa sakit dan kurangnya kekuatan lengan kiri Pedrosa bersumber dari adanya dekompresi arteri subklavia yang patah di tulang selangka.

Pebalap Spanyol tersebut akan tetap berada di rumah sakit hingga 48 jam ke depan untuk mendapat perawatan intensif dengan pengobatan analgesik dan anti-inflamsi.

Sesuai rencana, pekan depan Pedrosa akan bertemu tim dokter untuk memutuskan proses rehabilitasi jelang GP Portugal di Estoril, 1 Mei mendatang.

Panas dan Hujan Sepang Jadi Tantangan Tersendiri Buat Vettel

GP Malaysia dikenal sebagai balapan terpanas sepanjang seri F1 terkait suhu tinggi di atas lintasan. Yang kemudian menambah tantangan adalah hujan yang kadang turun tanpa bisa diprediksi.

Sejak pertama menggelar F1 pada tahun 1999 silam, GP Malaysia menghadirkan tantangan berupa suhu udara yang sangat panas.
Beberapa pembalap bahkan menjuluki balapan di Sirkuit Sepang sebagai yang terpanas yang pernah mereka ikuti.

Tapi panas bukan satu-satunya tantangan yang datang dari iklim tropis Malaysia. Dalam beberapa penyelenggaraan hujan yang datang di tengah balapan menambah tingkat kesulitan buat pembalap.

Musim lalu sesi kualifikasi diwarnai guyuran hujan lebat namun keesokan harinya race berlangsung dalam kondisi lintasan kering. Sementara di tahun 2009 hujan sangat deras yang mengguyur saat balapan membuat jumlah race 'didiskon' yang tadinya 56 lap menjadi hanya 31 putaran.
"Malaysia adalah lintasan permanen pertama yang akan dijalani, mengingat Australia merupakan sirkuit semi-jalanan. Di sana panas dan hujan setiap hari, tapi pertanyaannya adalah kapan dan berapa banyak? Itu akan sangat mengecoh," sahut Sebastian Vettel diberitakan F1.com.

Vettel adalah penghuni podium teratas GP Malaysia tahun lalu. Sukses tersebut dilengkapi dengan keberhasilan Mark Webber duduk di posisi dua klasemen.

"Saya menyukai lintasannya dan saya punya beberapa penilaian baik di sana sebelumnya"

"Secara umum balapan di luar negeri terasa spesial, karena Anda bisa datang beberapa hari sebelum balapan, jadi Anda bisa melihat banyak hal berbeda. Saya menikmatinya dan tak sabar ingin menjalaninya," tuntas Vettel.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes