Selasa, 05 April 2011

Sapi Rekayasa China, Hasilkan ASI Manusia

Sejumlah ilmuwan China melakukan eksperimen dengan memberikan gen manusia kepada sekira 300 sapi ternak demi mendapatkan susu yang memiliki nutrisi sama seperti ASI manusia.

Para ilmuwan China di balik penelitian percaya susu sapi hasil rekayasa genetika dapat memberikan alternatif untuk ASI dari susu formula untuk bayi, yang sering dikritik sebagai pengganti ASI dengan kualitas lebih rendah.Demikian seperti diberitakan Daily Mail, Senin (4/4/2011).

Para ilmuwan berharap rekayasa genetika produk susu dari ternak sapi yang sama bisa dijual di supermarket. Penelitian ini mendapat dukungan dari sebuah perusahaan bioteknologi besar

Namun, langkah ini langsung menuai kritik dari organisasi Baby Milk Action yang mempertanyakan kualitas serta keamanan susu tersebut.

Menurut mereka, susu sapi jauh lebih sulit untuk dicerna bayi, memiliki lemak dan karbohidrat lebih sedikit serta tidak memiliki antibodi yang bisa melindungi bayi dari serangan penyakit. Tak hanya itu, Kritik dan kemarahan pun juga muncul dari kelompok-kelompok kesejahteraan hewan seraya mempertanyakan keamanan dari susu hewan hasil rekayasa genetika dan dampaknya terhadap kesehatan ternak.

"Kita harus memiliki peraturan demi keselamatan manusia. Produk ini dibayangi berbagai risiko yang tidak kita ketahui. Susu sapi tidak akan pernah bisa menyamai ASI. Produk itu tidak akan bisa menjadi produk hidup seperti halnya ASI," papar Patti Rundall dari Baby Milk Action.

Namun pernyataan Patti dibantah Prof Ning Li selaku ketua riset di China Agricultural University. Menurut Li, susu yang dihasilkan sapi-sapi itu sama amannya dengan susu sapi biasa.

“Susu ini memiliki rasa lebih tajam ketimbang susu biasanya. Tapi, dalam kurun 10 tahun, orang-orang bisa membeli produk seperti ASI di supermarket,” cetus Li.

Kepada jurnal Public Library of Science One, tim Prof Li menjelaskan bahwa mereka menggunakan teknologi kloning untuk ‘memperkenalkan’ gen manusia kepada DNA sapi ternak.

Salah satu variasi susu yang dihasilkan tim Prof Li mengandung enzim lysozyme, yaitu protein antimikroorganisme yang juga ditemukan pada ASI untuk melindungi bayi dari infeksi penyakit.

Selain itu, tim peneliti pun memodifikasi sapi yang bisa memproduksi lactoferrin, protein yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Prof Li dan timnya telah meningkatkan kandungan lemak susu hingga seperlima serta mengubah tingkat kepadatannya sehingga mendekati komposisi ASI manusia.

China saat ini memang berada di depan dalam serangkaian penelitian tentang makanan dimodifikasi secara genetis dan legalitas terhadap upaya tersebut di China lebih kendur daripada di Eropa.

0 komentar:

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes