Selasa, 26 April 2011

Berbagai Macam Mitos dan Masalah Seputar Tinta Isi Ulang

Tinta isi ulang marak digunakan. Pengguna rumahan sampai pengguna kantoran banyak yang ogah membeli kartridge ataupun toner asli buatan produsen printer masing-masing. Apa alasannya?

Banyak anggapan yang kurang tepat seputar penggunaan kartridge ataupun toner remanufaktur.
Padahal, mitos-mitos tersebut tidak benar adanya dan cukup membahayakan. Berikut ini beberapa di antaranya.

- Kartridge remanufaktur sama handalnya dengan kartridge asli. Faktanya, kartridge remanufaktur merupakan kartridge asli yang dibongkar untuk kemudian diisi ulang. Setelah beberapa waktu dibongkar pasang, tentu kualitasnya akan menurun dan peluang akan munculnya cacat pada kartridge atau toner tentu semakin besar. Dalam jangka panjang, ini tentu dapat menurunkan kualitas hasil cetakan dan juga merusak printer itu sendiri.

- Kartridge isi ulang tidak akan merusak printer. Seperti disebut di atas, kalau teknisi isi ulang tersebut kurang teliti saat membongkar pasang kartridge ataupun toner, maka kerusakan pada printer bukannya tidak mungkin terjadi.
- Hasil cetakan kartridge remanufaktur sama baiknya dengan kartridge asli secara konsisten. Tentu hal ini tidak tepat. Berhubung kartridge dan toner isi ulang diisi secara manual, tentu tingkat kesalahan atau human error-nya lebih tinggi dibandingkan dengan kartridge asli yang diproduksi secara akurat oleh mesin. Dalam jangka panjang, tentu hasil cetakannya akan berbeda secara signifikan.

- Warna pada hasil cetak tinta isi ulang bisa sebagus tinta asli. Mungkin saja. Tetapi seperti di atas, untuk jangka panjang, hasil cetakan tinta asli memiliki kualitas yang konsisten.

- Kartridge remanufaktur membantu penggunanya untuk menghemat uang. Secara instan memang benar. Akan tetapi, penghematan yang Anda lakukan di muka dengan membeli tinta refill yang lebih murah bisa membuat Anda perlu mengeluarkan biaya dan waktu yang lebih banyak di kemudian hari. Bila terjadi kerusakan pada printer, Anda tentu akan mengeluarkan biaya yang lebih besar dan waktu yang berharga karena harus menunggu printer selesai direparasi.

Selain itu, kartridge remanufaktur tidak menjamin dapat mencetak sebanyak yang dijanjikan. Sebagai contoh, jika kartridge asli dapat mencetak hingga 10 ribu lembar, kartridge remanufaktur hanya mampu mencetak 8 ribu atau 5 ribu lembar saja. Artinya, untuk mencetak 20 ribu lembar, bila menggunakan kartridge asli Anda hanya perlu 2 buah, menggunakan kartridge remanufaktur, Anda bisa memerlukan 3 sampai 4 kartridge. Bila demikian kondisinya, apakah masih hemat?

Bahkan menurut pengujian, Sebanyak 60 persen tinta refill atau isi ulang untuk printer didapati bermasalah. Sebelas persen di antaranya memiliki masalah seketika setelah diinstalasi. Masalah utama adalah kualitas hasil cetak.

Pengujian dilakukan Quality Logic, suatu lembaga penjamin independen, di Shanghai-China dan New Delhi-India. "Rata-rata lebih dari 60 persen tinta isi ulang yang diuji menunjukkan tujuh kali lebih banyak masalah adhesi daripada rata-rata catridge original HP. Pengujian juga mendapatkan 60 persen halaman yang dicetak menggunakan tinta isi ulang tidak dapat digunakan maskimal," terang Ink Product Manager HP Adrian Lesmono

Satu hal yang pasti, menggunakan tinta refill tidak disarankan oleh produsen printer. Bagi Anda yang masih berada dalam masa garansi, sebaiknya gunakanlah tinta asli buatan produsen printer yang bersangkutan agar garansi tidak hangus bila terjadi kerusakan. Tetapi bila masa garansi sudah habis, pilihan berada di tangan Anda. Mau murah, atau hemat?

0 komentar:

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes